Kamis, 20 September 2012

Diyang Mahiswari


Namanya adalah Diyang Mahiswari. Lahir di Kupang, 25 April tahun 1994. Ia berasal dari SMA 1 Balikpapan (yang sudah pasti itu di Kota Balikpapan). Cita-citanya adalah seorang Dokter Gigi Spesialis Orthodonsia : ) Di Surabaya, Diyang tinggal di Jalan Kedung Sroko nomor 37.
Panggil saja Diyang. Dara satu ini paling hobi main piano dan olahraga kesukaannya adalah golf (we o we banget). Jarang lo cewek hobi golf apalagi seumuran kita. Nah kalo urusan idola, Diyang saangat mengidolakan Taylor Swift. Soalnya, kata dia, “ karena Taylor Swift kalo bikin lagu ngena banget.” Tak lupa, warna kesukaan Diyang adalah merah, kuning, hijau, (loh loh kaya pelangi di matamu Yang *eeh), trus warna orange, abu-abu, ungu (kayanya semua warna kamu suka deh -_-). Diyang berada di kelompok Konservasi 1. Punya makanan favorit yang berbau Japanese. Trus minuman kesukaannya Latte.
Anak pertama dari tiga bersaudara. Anak sulung lebih tepatnya. Kesan saat aku mengenal Diyang adalah, mandiri sekali. Anak Balikpapan yang tinggal jauh dari kotanya hijrah ke Surabaya adalah keputusan besar(menurutku). Di Surabaya ga punya siapa-siapa. Lalu bener deh jauhnya sampai luar pulau. Setelah aku tau dari ceritanya, waktu aku ketemu dia selesai ospek universitas di depan FIB, rasanya beneran ngerasa WOW. Nih anak berani benerr. Jadii, waktu sebelum SNMPTN dilaksanakan, dia ikut les di Jakarta selama beberapa minggu. Di Jakarta, Diyang pun tinggal (kos) sendirian. Kemana-mana nyetir mobil sendirian. Mau ga mau harus tau dan wajib inget jalan (kelemahankuuu T_T). Nah kemudian waktu SNMPTN Diyang ga keterima FKGnya. Dia ikut daftar ke fakultas-fakultas kedokteran gigi negeri dimana-mana. Dan untungnya, keterima FKG Unair saat PMDK gelombang 2. akhirnyaa :”
Lalu di Surabaya, kos di Kedung Sroko, Diyang punya teman kos dari kakak-kakak FK yang kebanyakan sudah spesialis. Mereka mengajak teman-teman kosnya untuk pergi cari makan bersama. Jadi, menurut Diyang, dengan keadaan seperti itu dia merasa sudah seperti keluarga sendiri. Diyang tidak pernah kesepian karena setiap makan pagi atau malam selalu ditemani oleh kakak-kakak di kosnya. Jadi tidak ada rasa tidak nyaman lagi untuk keadaan di Surabaya. Sukses deh buat kamu Diyang :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar