Namanya adalah Diyang Mahiswari.
Lahir di Kupang, 25 April tahun 1994. Ia berasal dari SMA 1 Balikpapan (yang
sudah pasti itu di Kota Balikpapan). Cita-citanya adalah seorang Dokter Gigi
Spesialis Orthodonsia : ) Di Surabaya, Diyang tinggal di Jalan Kedung Sroko
nomor 37.
Panggil saja Diyang. Dara satu ini
paling hobi main piano dan olahraga kesukaannya adalah golf (we o we banget).
Jarang lo cewek hobi golf apalagi seumuran kita. Nah kalo urusan idola, Diyang
saangat mengidolakan Taylor Swift. Soalnya, kata dia, “ karena Taylor Swift
kalo bikin lagu ngena banget.” Tak lupa, warna kesukaan Diyang adalah merah,
kuning, hijau, (loh loh kaya pelangi di matamu Yang *eeh), trus warna orange,
abu-abu, ungu (kayanya semua warna kamu suka deh -_-). Diyang berada di
kelompok Konservasi 1. Punya makanan favorit yang berbau Japanese. Trus minuman
kesukaannya Latte.
Anak pertama dari tiga bersaudara.
Anak sulung lebih tepatnya. Kesan saat aku mengenal Diyang adalah, mandiri
sekali. Anak Balikpapan yang tinggal jauh dari kotanya hijrah ke Surabaya
adalah keputusan besar(menurutku). Di Surabaya ga punya siapa-siapa. Lalu bener
deh jauhnya sampai luar pulau. Setelah aku tau dari ceritanya, waktu aku ketemu
dia selesai ospek universitas di depan FIB, rasanya beneran ngerasa WOW. Nih
anak berani benerr. Jadii, waktu sebelum SNMPTN dilaksanakan, dia ikut les di
Jakarta selama beberapa minggu. Di Jakarta, Diyang pun tinggal (kos) sendirian.
Kemana-mana nyetir mobil sendirian. Mau ga mau harus tau dan wajib inget jalan
(kelemahankuuu T_T). Nah kemudian waktu SNMPTN Diyang ga keterima FKGnya. Dia
ikut daftar ke fakultas-fakultas kedokteran gigi negeri dimana-mana. Dan
untungnya, keterima FKG Unair saat PMDK gelombang 2. akhirnyaa :”
Lalu di Surabaya, kos di Kedung
Sroko, Diyang punya teman kos dari kakak-kakak FK yang kebanyakan sudah
spesialis. Mereka mengajak teman-teman kosnya untuk pergi cari makan bersama.
Jadi, menurut Diyang, dengan keadaan seperti itu dia merasa sudah seperti
keluarga sendiri. Diyang tidak pernah kesepian karena setiap makan pagi atau
malam selalu ditemani oleh kakak-kakak di kosnya. Jadi tidak ada rasa tidak
nyaman lagi untuk keadaan di Surabaya. Sukses deh buat kamu Diyang :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar